Lokakarya Desain Pemetaan Pemberdayaan Ekonomi Sosial Solidaritas

IMG-20171115-WA0009

 

Pada tanggal 26-28 Oktober 2017 Institute for Women’s Empowerment (IWE) menyelenggarakan simposium bertema ‘Perempuan Memimpin; Ekonomi Baru yang Adil dan Damai untuk Semua Tanpa Kekerasan’.  Salah satu isu yang dilihat dalam simposium adalah sejauh mana kebijakan ASEAN melalui 3 pilar komunitas ASEAN[1] berdampak pada peri kehidupan masyarakat di negara-negara ASEAN khususnya perempuan. Dalam simposium telah dijelaskan pula bahwa kebijakan ekonomi global secara agresif telah memperlebar kesenjangan ketidaksetaraan dan ketidakamanan dalam sektor sosial ekonomi dan ekologi. Agenda liberalisasi, privatisasi dan regulasi yang dikendalikan pasar telah memberikan keuntungan lebih besar bagi bisnis perusahaan besar bertaraf internasional dan nasional serta kroni-kroni politik dan ekonomi mereka yang merugikan masyarakat.

 

Namun demikian, di tengah-tengah situasi dan kondisi yang merugikan masyarakat tersebut sebenarnya mulai muncul inisiatif-inisiatif pemberdayaan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat, khususnya oleh perempuan secara kolektif. Kami sebut dengan istilah ekonomi baru, ekonomi yang bersolidaritas sosial atau dikenal dengan istilah SSE (Social and Solidarity Economy). Ekonomi yang bersolidaritas sosial atau Ekonomi solidaritas sosial adalah suatu pendekatan yang berbasis etika dan nilai dari pembangunan ekonomi yang menanamkan prinsip demokrasi, pluralisme, persamaan, berkeadilan, mutualisme, inklusifitas dan kreativitas. Ekonomi solidaritas sosial mengadopsi suatu pendekatan yang berorientasi pada proses, digerakkan oleh masyarakat dan jaringannya sehingga mudah disesuaikan dalam berbagai keadaan dan konteks. Oleh karena itulah ekonomi solidaritas sosial bukan merupakan suatu model ekonomi, namun dapat dipahami sebagai suatu pendekatan ekonomi yang menentang tuntutan ekonomi global terkini yang mengadopsi kerangka sistem kompetisi ekonomi neoliberal yang dominan.[2]

 

IMG-20171115-WA0008

Praktik ekonomi solidaritas sosial tersebut nampaknya belum diakui keberadaannya, hingga saat ini menurut pengamatan Institute for Women’s Empowerment (IWE) data dan informasi mengenai  praktik-praktik SSE di Indonesia belum memadai dan tidak mudah didapat. Oleh karena itu penting bagi kita untuk mendokumentasikan sekaligus memetakan praktik-praktik ekonomi solidaritas yang dilakukan oleh masyarakat, khususnya dilakukan oleh perempuan. Data dan informasi serta pemetaan yang kita peroleh dapat kita gunakan sebagai bahan pembelajaran untuk mendorong gerakan solidaritas ekonomi yang semakin besar dan meluas. Data dan informasi serta pemetaan juga dapat digunakan sebagai bahan advokasi. Selain itu, untuk mendorong sekaligus mendesak pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan ekonomi yang betul-betul berpihak pada ekonomi rakyat yang unik, yaitu kebijakan yang mengakomodir dan memudahkan masyarakat mengembangkan ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan belaka namun juga berorientasi pada pemberdayaan dan pembangunan ekonomi yang berkeadilan, berkelanjutan dan ramah pada alam.

 

Untuk melakukan pemetaan tersebut, IWE bersama dengan individu, kelompok atau organisasi perempuan hendak menyelenggarakan ‘lokakarya desain pemetaan pemberdayaan ekonomi solidaritas’.

IMG-20171115-WA0011

Tujuan Lokakarya

Kagiatan yang akan dilakukan dalam lokakarya adalah berbagi pengalaman dan pengetahuan antar peserta lokakarya mengenai praktik-praktik pemberdayaan ekonomi sosial solidaritas yang selama ini telah dilakukan. Dalam lokakarya juga akan mendiskusikan sejauh mana keadilan dan kesetaraan gender masuk dalam seluruh upaya pemberdayaan ekonomi. Kedua hal tersebut selanjutkan akan kita gunakan untuk menyusun desain pemetaan sekaligus membangun alat atau tools yang akan digunakan untuk melakukan pemetaan tersebut.

IMG-20171115-WA0013

Rangkaian kegiatan tersebut dalam rangka mencapai tujuan Lokakarya, yaitu:

  • Tersusunnya desain pemetaan pemberdayaan ekonomi solidaritas sekaligus alat/tools yang akan digunakan untuk pemetaan tersebut
  • Kapasitas peserta mengenai pemberdayaan ekonomi solidaritas meningkat, sekaligus memiliki keterampilan dasar menyusun desain dan alat/tools pemetaan inisiatif perempuan dalam pemberdayaan ekonomi menggunakan pendekatan pemberdayaan ekonomi solidaritas
  • Adanya konsolidasi dan jaringan kerja antar masyarakat sipil, khususnya antar perempuan yang melakukan gerakan pemberdayaan ekonomi solidaritas

 

IMG-20171115-WA0012

Peserta

Lokakarya akan dihadiri sekitar 20 orang. Peserta merupakan penggerak di komunitas berpengalaman mendorong terwujudnya pemberdayaan masyarakat sekaligus mengembangkan pemberdayaan ekonomi solidaritas di masyarakat. Selain itu peserta yang hadir juga memiliki pengalaman terlibat dalam melakukan pemetaan (penelitian) dan terlibat dalam penyusunan alat/tools pemetaan (penelitian). Peserta berasal dari berbagai daerah, yaitu: Aceh, Sulawesi Selatan, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur.

 

Pelaksana Kegiatan

Institute for Women’s Empowerment (IWE) bekerjasama dengan Shirkat Gah Women’s Resource Center (SG) di Pakistan dalam mengembangkan sebuah program FEMPOWER! dengan dukungan South Asia Women’s Fund (SAWF).

 

 

 

[1] ASEAN Political-Security Community (APSC)[1], ASEAN Economic Community (AEC) [1], dan ASEAN Socio Cultural Community (ASCC)[1],

[2] Sumber: http://www.perempuanmemimpin.com/2015/09/ekonomi-solidaritas-sosial-ess-pendahuluan-konsep-dan-praktek-ess/

Check Also

IMG-20171113-WA0009

Simposium ‘Perempuan Memimpin; Ekonomi Baru yang Adil dan Damai untuk Semua Tanpa Kekerasan’

Sejak 50 tahun, ASEAN sebagai organisasi Regional di Asia Tenggara. Perempuan di ASEAN masih terus …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *